
Gak bisa juga di bilang Lunpia Semarang, soalnya aku gak pake rebung yang jadi ciri khas dari lunpia asal Semarang, takut gak pintar mengolah rebung. Salah-salah malah jadi langu. So jadilah si Bengkuang yang very-very versatile buat dijadikan isinya. Unfortunately aku gak punya ebi dirumah, kalau ada mungkin rasanya jadi lebih mantap deh.
Bahan :
- 15 lembar kulit Lunpia siap pakai
- 100 gr daging ayam cincang
- 100 gr daging udang cincang
- 300 gr bengkuang, iris korek api
- 2 Batang daun bawang, potong kasar
- 2 sdm kecap asin
- 1 sdm minyak wijen
- Garam secukupnya
- 200 ml air
Bahan bumbu, haluskan:
- 4 siung bawang putih
- 5 siung bawang merah
- 1 sdt merica butiran
Caranya :
- Panaskan 2 sdm minyak goreng, lalu tumis bumbu halus sampai harum, masukkan udang dan ayam. Aduk sampai ayam dan udang kaku
- Bumbui dengan kecap manis, kecap asin dan jika perlu tambahkan garam.
- Masukkan bengkuang, aduk dan tambahkan air, masak hingga bengkuang layu dan air menjadi kering. Tambahkan minyak wijen dan matikan api. Dinginkan
- Ambil 1 kulit lunpia, lalu isi dengan 1 sdm munjung adonan isi (aku pakai kulit lunpia segi empat merk Finna, jadi isinya bisa muat banyak). Lipat berbentuk amplop. Lakukan sampai adonan habis.
- Goreng dalam minyak banyak dengan api sedang sampai keemasan, hati-hati kaarena kulit lunpia gampang hangus. Tiriskan minyak di rak kawat.
- Sajikan hangat bersama acar dan saus tauco
Saus Tauco : Didihkan 2 sdm gula merah sisir bersama 1 sdm cabe rawit botolan (merk Gaga) dan 2 sdm tauco manis. Setelah mendidih masukkan 1 sdm maizena yang sudah dicairkan dengan sedikit air. Jika sudah mengental, matikan api.
Tips : Kulit lunpia merek Finna memang OK deh, karena lentur sekali dan tidak mudah sobek. Dan harganya murah dibanding dengan merek dari luar (dari singapore deh kayaknya.Untuk 40 lembar bandrolnya Rp.19,900.- Trully Recomended.
No comments:
Post a Comment